ROKAN HILIR – Kinerja jajaran direksi dan komisaris PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) Perseroda menjadi perhatian. Sejumlah pihak mempertanyakan aktivitas perusahaan daerah tersebut, terutama terkait kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja, dan realisasi program kerja 2026.
Keberadaan Direktur Utama PT SPRH, Yusri Kandar, yang dikabarkan sulit ditemui di kantor karena diduga lebih sering berada di luar daerah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas dan efektivitas pengelolaan perusahaan.
Selain itu, wartawan RohilAbadiNews.com mengaku belum memperoleh kepastian terkait permohonan kerja sama media yang telah diajukan hampir 10 bulan lalu.
Upaya konfirmasi kepada direktur utama melalui telepon dan WhatsApp pada Minggu (1/11) juga belum mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.
Masyarakat berharap direksi dan komisaris PT SPRH memberikan penjelasan terbuka mengenai kinerja, aktivitas operasional, serta kontribusi perusahaan terhadap pembangunan dan kemajuan daerah Kabupaten Rokan Hilir.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak manajemen PT SPRH. (red)
