BAGANSIAPIAPI – Warga terdampak banjir di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, masih menunggu kepastian penyaluran bantuan pemerintah daerah setelah genangan air merendam puluhan rumah sejak pertengahan Oktober lalu.
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Bagansiapiapi sejak Sabtu (17/10/2026) sore hingga tengah malam. Genangan air merendam sejumlah permukiman warga, terutama di RT 06, RT 07, dan RT 24 di kawasan Jalan Utama.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, lebih dari 70 rumah warga diperkirakan terdampak banjir. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lanjut usia.

Salah seorang warga Jalan Siak, Ibnu, mengatakan genangan air tidak hanya merendam sejumlah ruas jalan, tetapi juga mulai memasuki rumah warga sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
“Kita berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. BAZNAS juga diharapkan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” kata Ibnu di Bagansiapiapi, Senin (19/10/2026).
Ia mengatakan banjir turut memengaruhi aktivitas ekonomi warga karena sebagian masyarakat harus mengurus rumah yang terendam, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
Seiring kondisi tersebut, warga masih menantikan kepastian penanganan dan penyaluran bantuan dari sejumlah instansi terkait.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (3/11/2026), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rohil Andi Rahman, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan belum dapat disalurkan karena status Tanggap Siaga Darurat Banjir belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah kabupaten.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Rohil Maria Susanti, S.Farm., Apt., M.M., mengatakan pihaknya belum menerima instruksi pimpinan untuk menerjunkan tim medis maupun menyalurkan obat-obatan ke lokasi terdampak.
“Kami belum ada arahan untuk turun ke lapangan untuk melihat masyarakat yang terdampak banjir,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Rohil H. Jefrizal, S.H.I., M.M., juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi resmi sebelum menyalurkan bantuan dana maupun logistik kepada warga terdampak.

Berbeda dengan pandangan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Rohil H. Syafnurizal, S.E., menilai penanganan kemanusiaan semestinya dapat mengedepankan respons terhadap kondisi masyarakat di lapangan.
Menurut dia, bantuan logistik dan pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian segera mengingat warga telah mengalami dampak banjir.

Sejumlah warga turut mempertanyakan respons Pemkab Rohil dalam menangani dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga hadir melalui aksi nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami berharap pemerintah daerah lebih mengutamakan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Jangan hanya kegiatan seremonial yang terlihat, tetapi harus ada langkah konkret untuk membantu warga yang sedang menghadapi musibah banjir,” ujar warga Bagansiapiapi, Anto.
Menurutnya, kehadiran dan perhatian pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam memastikan kebutuhan masyarakat terdampak mendapat penanganan secara cepat dan tepat.
Hingga Jumat, 6 November 2026, warga masih menantikan langkah konkret pemerintah daerah, terutama terkait bantuan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, dan upaya penanganan genangan air. (R2)
