Lurah Bagan Timur, Azlina, S.I.P., M.M.
BAGANSIAPIAPI – Banjir yang kembali melanda sejumlah kawasan permukiman di Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah tersebut menyebabkan genangan air merendam hampir 1.000 rumah warga.
Lurah Bagan Timur, Azlina, S.I.P., M.M., di Bagansiapiapi, Jumat (6/11/2026), mengatakan banjir tahunan tersebut kembali memunculkan keluhan masyarakat, terutama terkait terganggunya aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.
“Harapan kami tentu setiap tahun jangan sampai terjadi banjir. Namun, karena banjir ini sudah menjadi langganan setiap tahun, keluhan masyarakat pasti ada,” katanya.
Menurut dia, genangan banjir berdampak terhadap sekitar 1.000 rumah yang tersebar di 17 rukun tetangga (RT), terutama di kawasan Jalan Siak, Jalan Selamat, Jalan Bahagia, serta Jalan Madrasah.
Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu, transportasi terhambat, bahkan anak-anak mengalami kesulitan untuk berangkat ke sekolah.
Selain itu, warga juga menghadapi risiko masuknya binatang liar ke dalam rumah, seperti ular dan lintah. Kejadian tersebut pernah dilaporkan warga di kawasan Jalan Selamat.
Azlina mengatakan, saat turun langsung ke lapangan, pihaknya juga menerima keluhan masyarakat yang berharap adanya bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama banjir.
“Ketika kami turun ke lapangan, ada warga yang bertanya kapan bantuan diberikan. Mereka mengaku kesulitan untuk berbelanja karena kondisi banjir,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan normalisasi sungai secara rutin sebagai salah satu langkah mengurangi risiko banjir yang terus berulang.
Selain upaya pemerintah, Azlina juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dan menghidupkan kembali budaya gotong royong.
Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan warga juga perlu menjadi prioritas selama banjir berlangsung, khususnya bagi anak-anak dan lanjut usia yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.
Ia berharap penanganan banjir tidak hanya dilakukan ketika genangan sudah terjadi, tetapi melalui langkah pencegahan dan penanganan jangka panjang agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun. (R2)
